SEMOGA BERMANFAAT ......😃😃😃
KAT A PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt atas segala
berkat dan rahmat-Nya serta shalawat berangkaikan salam kepangkuan Rasullullah Muhammad saw yang membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam penuh dengan ilmu pengetahuan. Rasa syukur penulis rasakan atas selesainya makalah ini yang
berjudul “Kitab Zabur” sebagai
salah satu tugas wajib dari guru bidang studi
Dalam penulisan makalah ini, kami mengalami banyak kesulitan maupun hambatan.
Namun berkat kerjasama yang cukup baik dan bantuan dari Guru Pembimbing
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Dan kami menyadari sepenuhnya
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami mengharapkan
kepada para pembaca untuk senantiasa memberikan masukan, kritik, dan saran yang
membangun demi kesempurnaan makalah kami ini.
Dan kami mengharapkan makalah ini dapat membantu dan berguna bagi pembaca untuk
menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang Kitab Injil
Aceh Timur, Januari 2022
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ........................................................................................................................ i
Daftar Isi..................................................................................................................................
ii
Bab I Pendahuluan.................................................................................................................
1
A.
Latar Belakang.......................................................................................................
1
B.
Rumusan Masalah ..................................................................................................
C.
Tujuan Peneltian.....................................................................................................
Bab II Pembahasan 2
A.
Sejarah Turunnya Kitab Zabur...............................................................................
B.
Kandungan Kitab Zabur ........................................................................................
Bab III......................................................................................................................................
Penutup
A. Kesimpulan ............................................................................................................
B. Saran ......................................................................................................................
Daftar Pustaka ........................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kitab Zabur diturunkan sekitar abad 10 SM untuk Bani
Israil. Kitab Zabur merupakan kitab yang dibawa oleh Nabi Daud as untuk umat
manusia, agar menjalankan perintah Allah swt. Kehidupan umat manusia saat itu
penuh dengan kebatilan. Zabur merupakan
salah satu kitab Allah swt,vSecara
etimologi kata kitab adalah bentuk masdar dari kata ka-ta-ba yang berarti
menulis. Setelah jadi masdar berarti tulisan. Bentuk jama’ dari kata kitab
adalah kutub. Dalam bahasa Indonesia, kitab berarti buku. Secara terminologis
yang dimaksud dengan kitab (Al-kitab, kitab Allah, Al-kutub kitab-kitab
Allah)adlah kitan suci yang diturunkan oleh Allah swt kepada para Nabi dan
Rasul-Nya. Beriman kepada kitab-kitab Allah yaitu kepercayaan yang pasti bahwasanya
allah Swt, memiliki kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul-Nya untuk
disampaikan kepada para hamba-Nya dan bahwa kitab-kitab tersebut terdapat
kebenaran, cahaya dan petunjuk bagi manusia, baik di dunia maupun di
akhirat. Untuk menunjukkan kitab kitab suci yang diturunkan Allah
swt kepaa para Nabi dan Rasul .Al-quran juga memakaikan istilah lain yaitu
1.
Shuhuf,
bentuk jama’ dari shahifah yang berarti lembaran. Dipakai untuk menunujukkan
kitab –kita suci sebelum Al-Quran, khususnya yang dirurunkan kepada Nabi
Ibrahim dan Nabi Musa AS, sebagaimana yang dinyatakan dalam surah Al-A’la
ayat 18:19:
”Sesungguhnya ini benar-benar
terdapat dalam shuhuf yang dahulu. Yaitu shuhuf Ibrahim dan Musa.”(Al-A’la
87:18:-19)
2. Zubur, bentuk jama’ dari Zabur
yang berarti buku. Dipakai untuk menunjukkan kitab-kitab suci yang diturunkan
Allah sebelum Al-Quran, sebagaimana yang dinyatakan dalam surat Ali Imran Ayat
184:
”Jika mereka mendustakan kamu,
maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan pula, mereka
membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, zubur dan kitab yang member penjelasan
yang sempurna.”(Ali Imran 3:184)
3. Zabur,
bentuk mufrad dari Zubur, dipakai khusus untuk menunjukkan kitab suci yang
diturunkan Allah kepada Nabi Daud AS, sebagaimana yang dinyatakan dalam surah
An-Nisa 163:
”Dan kami berikan Zabur
kepada Daud.”(An-Nisa 4:163)
Beriman kepada kitab-kitab
Allah termasuk salah satu rukun iman, sebagaimana firman Allah Swt .
dalam surah An-Nisaa’ ayat 136:
“Wahai orang-orang yang beriman
, tetaplah beriman kepada kitab-kitab Allah dan Rasulnya sallallahu ‘alaihi wa
sallam , kepada kitabNya yang diturunkan kepada RasulNya yakni Al-Quran,
sebagaimana Allah juga memerintahkan agar kita beriman kepada kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat
sejauh-jauhnya.”
Melalui Kitab Zabur Nabi Daud berdakwah menyampaikan
perintah Allah swt bagi bani Israil. Tidak sedikit manusia mencemooh dakwah
nabi Daud As, didalam menjalankan dakwahnya rintangan serta halangan menjadi
hal biasa bagi manusia yang dipilih oleh Allah swt. Seperti yang dijelaskan
didalam surat An Nisaa ayat 163 yang artinya :
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu
sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang
kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il,
Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan
Kami berikan zabur kepada Daud.
Dalam
hal ini Kitab Zabur (Arab) atau Mazmur (Ibrani), dikenal sebagai sajak-sajak
keagamaan yang mengandung ajaran-ajaran dari Allah swt. Namun akibat dari
perbuatan manusia seperti kaum Israil
atau kaum Yahudi dan Kristiani merubah
isi Zabur yang tidak sesuai dengan isi Zabur yang sebenarnya. Sehingga banyak
digunakan sebagai buku nyanyian dan doa, baik oleh umat Yahudi maupun
Kristiani. Bagi kalangan Kristiani, sejumlah isi Zabur telah digubah menjadi
nyanyian gereja.
Kepada kaum bani istail melalui utusannyaa
yang bernama nabi daud as. Isi kandungan kitab zabur terdiri atas lima
nyanyian, yaitu sebagai berikut. Untuk agama islam, zabur itu kitab
tertulis,zabur itu kitab suci yang diturunka sebelim diturunkannya al
quran,kitab zabur diturunkan Allah Swt. Lantunan ayat kitab taurat, kitab zabur
, kitab injil dan kitab al quran. Benar sekarang saya tanya anda tadi
menyebutkan yesus kristus pun tidak membuat agama kristen di dunia ini terus
agama yang anda anut ini sekarang apa? Jadi zabur menurut arti aslinya adalah
kitab tertulis.
Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabūr adalah kitab
suci yang diturunkan kepada nabi daud as. Yang berisi do'a, dzikir, pengajaran
dan hikmah yang terdapat dalam qs. Nabi Muhammad tampaknya amat familiar
terhadap daud dan kitabnya zabur. Apa kaitannya antara pesan ayat dan hadis dengan
kebutuhan saat ini untuk khutbah Dalam kitab zabur sendiri berisikan beberapa
aturan yang juga belum
B. Rumusan
1.
Bagaimanakah
Sejarah Kitab Zabur ?
2.
Bagaimanakah
isi Kandungan Kitab Zabur?
C. Tujuan
Penulisan
1. Untuk mengetahui
sejarah Kitab Zabur
2. Untuk
Mengetahui Isi Kandungan Kitab Zabur
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Turunnya Kitab Zabur
Zabur (bahasa Arab: زبور)
disamakan oleh sebagian ulama dengan Mazmur, yang
menurut Islam, adalah salah
satu kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur'an (selain Taurat dan Injil). Istilah zabur adalah
persamaan dengan istilah Ibrani zimra,
bermaksud "lagu, musik." Ia, bersama dengan zamir ("lagu")
dan mizmor ("mazmur" atau psalm),
merupakan derivasi zamar, artinya "nyanyi, nyanyikan pujian,
buatkan musik."
Sejarah Turunnya
Kitab Zabur melalui proses turunnya perintah untuk Nabi Daud as. Ketika
terbunuhnya seorang pimpinan sebuah pasukan Palestina yang tidak mengimani
Allah SWT. Di usia nabi Daud yang
terbilang masih muda, suatu kali ikut dalam barisan tentara Bani Israel untuk
melawan pasukan pimpinan Jalut. Ketika masih muda, Daud menyertai tentara Bani
Israil di bawah pimpinan Raja Thalut melawan pasukan bangsa Palestina yang
dipimpin Jalut (Goliath).
Karena
keberhasilan Nabi Daud membunuh Jalut, ia pun dianggap sebagai pahlawan perang.
Sepeninggal Raja Thalut, Daud pun diangkat sebagai pengganti raja. Suatu hari
Daud mengasingkan diri sekaligus bertaubat pada Allah. Dalam pengasingannya,
Daud memperbanyak lisannya untuk memuliakan Allah dengan bertasbih. Lalu, dia
diangkat sebagai nabi dan diturunkan padanya kitab Zabur dari Allah.saat
memuliakan Allah dengan bertasbih. Peristiwa ini diterangkan dalam surah Al
Baqarah ayat 250-251. Allah berfirman:
"Tatkala
Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan
tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami,
dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang
kafir." Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah
dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan
kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan
mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak
(keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah
bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.
" (QS. Al-Baqarah: 250-251).
2. Kandungan Kitab Zabur
Kitab Zabur adalah kumpulan firman Allah
SWT yang diwahyukan kepada Nabi Dawud as. Firman Allah SWT. “Dan Kami
berikan (kitab) Zabur kepada Dawud.” (QS. Al Isra’: 55). Kata zabur
(bentuk jamaknya zubur) berasal dari zabaraayazburu-zabr yang berarti menulis.
Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabur dalam bahasa Arab dikenal
dengan sebutan mazmuur (jamaknya mazamir), dan dalam bahasa Ibrani disebut
mizmor (nyanyian rohani yang dianggap suci).
Kitab
Zabur berisi kumpulan mazmur, yakni nyanyian rohani yang dianggap suci
(Inggris: Psalm) yang berasal dari Nabi Dawud as. 150 nyanyian yang terkumpul
dalam kitab ini berkisah tentang seluruh peristiwa dan pengalaman hidup Nabi
Daud as. mulai dari mengenai kejatuhannya, dosanya, pengampunan dosanya oleh
Allah, sukacita kemenangannya atas musuh Allah, kemuliaan Tuhan, sampai
kemuliaan Mesias yang akan datang. Jadi kitab ini sama sekali tidak mengandung
hukum-hukum atau syariat (peraturan agama), karena Nabi Dawud as. diperintahkan
oleh Allah SWT mengikuti peraturan yang dibawa oleh Nabi Musa as.
Secara garis besarnya, nyanyian rohani
yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. terdiri dari lima macam:
1. Ratapan
dan doa individu;
2. Ratapan-ratapan
jamaah;
3. Nyanyian
untuk raja;
4. Nyanyian
liturgy kebaktian untuk memuji Tuhan; dan
5. Nyanyian
perorangan sebagai rasa syukur.
Nyanyian
pujian dalam Kitab Zabur antara lain, Mazmur:146
1. Besarkanlah olehmu akan Allah. Hai
Jiwaku pujilah Allah.
2. Maka aku akah memuji Allah seumur
hidupku, dan aku akan nyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.
3. anganlah kamu percaya pada raja-raja
atau anak-anak Adam yang tiada mempunyai pertolongan.
4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia
kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya upayanya.
5. Maka berbahagialah orang yang memperoleh
Ya’qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan Allah.
6. Yang menjadikan langit, bumi dan laut
serta segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
7. Yang membela orang yang teraniaya dan
yang memberi makan orang yang lapar. Bahwa Allah membuka rantai orang yang
terpenjara.
8.
Dan Allah membukakan mata orang buta,
Allah menegakkan orang yang tertunduk, dan Allah mengasihi orang yang benar.
9. Bahwa Allah akan berkerajaan kelak
sampai selamaalamanya dan Tuhanmu, hai Zion! Zaman berzaman. Besarkanlah Allah
olehmu.
Satu hadits dari sahih Bukhari ,mengatakan:
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah bersabda, "Pembacaan
Zabur dimudahkan bagi Daud. Dia sering
mengarahkan agar binatang tunggangannya diletakkan pelana, dan mampu
menghabiskan bacaan Zabur sebelum pelana siap diletakkan. Dan dia tidak akan
makan tetapi hasil dari kerjanya sendiri.”barakallah”. Kata Zabur dalam AlquranJika mereka
mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah
didustakan (pula), mereka membawa mu'jizat-mu'jizat yang nyata, zabur dan kitab
yang memberi penjelasan yang sempurna. (ALI 'IMRAN (KELUARGA 'IMRAN)
ayat 184)
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit
dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas
sebagian (yang lain), dan Kami berikan zabur kepada Daud. ( AL ISRAA'
(Memperjalankan di malam hari ) ayat 55)
Dan sungguh telah Kami tulis didalam zabur sesudah (Kami
tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang
saleh. (AL ANBIYAA' (NABI-NABI) ayat 105)
Dan Kami berikan Kitab Zabur kepada Daud . (AL
ISRAA' ayat 55)
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia
Kami. (Kami berfirman): 'Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah
berulang-ulang bersama Daud', dan Kami telah melunakkan besi padanya.(SABA'
ayat 10)
Orang
Islam pasti pernah mendengar kata Zabur, kitab yang diberikan kepada Nabi Daud,
dan menjadi salah satu kitab yang wajib diimani bersama Taurat, Injil, dan
Al-Quran.
“Dan
Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan
sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang
lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS Al-Israa 55)
Kitab
Zabur, bersama Taurat, sebenarnya ada di dalam Kitab Perjanjian Lama, yang
bersama Kitab Perjanjian Baru menjadi kitab suci bagi ummat Nasrani atau
Kristiani, baik Kristen (Protestan) maupun Katholik, yang dikenal sebagai
Alkitab atau Bible. Sementara itu, Kitab Perjanjian Lama dipercaya sebagai
kitab suci bagi umat Yahudi.
Sajak-sajak
dalam Zabur bermacam ragam: ada nyanyian pujian dan ada nyanyian untuk
menyembah Tuhan; ada doa mohon pertolongan, perlindungan dan penyelamatan; doa
mohon ampun; nyanyian syukur atas berkat Tuhan, permohonan supaya musuh
dihukum.
Doa-doa
dalam Zabur ada yang bersifat pribadi, ada pula yang bersifat nasional.
Beberapa di antaranya menggambarkan perasaan seseorang yang paling dalam,
sedangkan lainnya menyatakan kebutuhan dan perasaan seluruh umat Allah. Banyak
orang Islam yang mungkin belum pernah membaca isi dari kitab itu. Meski Zabur
ada di dalam Alkitab yang mudah ditemui, jarang orang Islam mau membacanya.
Kitab Zabur, kitab ini berisi pokok pokok ajaran agama yang dilaksanakan oleh
umat nabi Daud As, berupa; kumpulan nyanyian puji pujian kepada Allah atas
segala nikmat ilahiyah, macam- macam do'a dan dzikir.
Dalam hal ini Kitab Zabur diamanahkan Allah kepada Nabi Daud untuk
menjadi pedoman hidup bagi bangsa Bani Israel. Kitab ini diturunkan setelah
kitab Taurat yang diberikan pada Nabi Musa. Zabur ditulis menggunakan bahasa
Qibti. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Kemdikbud
2014), keterangan mengenai turunnya kitab Zabur pada Nabi Daud telah disinggung
Allah melalui firmannya pada surah Al Isra ayat 55 dan surah Annisa ayat 163.
Selain itu,
keterangan tentang Zabur ditemukan pula pada surah Ali Imran ayat 184, Al
Anbiyaa' ayat 105, dan Saba' ayat 10. “Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang
di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada
sebagian Nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada
Dawud.“ (QS. Al-Isra: 55) "Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu
kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang
kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il,
Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami
berikan Zabur kepada Daud." (QS Annisa: 163) Sebagian ulama menyamakan
kitab Zabur dengan sebutan Mazmur.
Kata
"zabur" sama dengan kata dalam bahasa ibrani "zamir", yang
bermakna lagu atau musik. Kitab Zabur memiliki muatan isi berupa zikir,
pengajaran, dan hikmah. Kitab ini menjadi petunjuk atau wahyu Allah untuk
diturunkan bagi umat Bani Israel. Dilansir laman NU, dalam Zabur tidak terdapat
hukum-hukum syariat karena Nabi Daud diperintahkan mengikuti syariat yang
dibawa Nabi Musa. Dalam Zabur terdapat 150 nyanyian (mazmur) yang dilagukan
oleh Nabi Daud. Nyanyian itu mengungkapkan pengalaman selama hidupnya. Misalnya
yaitu pengakuan dosa, kisah kejatuhannya, pengampunan dosa, sukacita terhadap
kemenangan menghadapi musuh Allah, kemuliaan Allah seperti dinyatakan alam,
hukuman Allah, hingga kemuliaan Messiah yang akan datang yakni kehadiran nabi
Muhammad. Menurut situs Sumber Belajar Kemdikbud, Nabi Daud diberikan kemudahan
Allah untuk menguasai isi kitab Zabur dan mendakwahkannya. Bahkan, Nabi Daud
sering menyelesaikan bacaan dalam Zabur tatkala mempersiapkan pelana kuda.
Kisah ini diceritakan Nabi Muhammad dalam sabdanya: "Pembacaan Zabur
dimudahkan bagi Daud. Dia sering mengarahkan agar binatang tunggangannya
diletakkan pelana, dan mampu menghabiskan bacaan Zabur sebelum pelana siap
diletakkan. Dan dia tidak akan makan selain hasil dari kerjanya sendiri.
Barakallah." (HR BukhariENUTUP
A. Kesimpulan
Kitab Zabur merupakan
salah satu kitab Allah swt, kitab
suci yang diturunkan oleh Allah swt melalui nabi Daud. untuk disampaikan kepada para
hamba-Nya dan bahwa kitab tersebut terdapat kebenaran, cahaya dan petunjuk bagi
manusia, baik di dunia maupun di akhirat. sebagai sikap dan
perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah.
Isi Kandungan Kitab Zabur yang
terdiri dari pujian-pujian terhadap
Allah swt agar manusia menyembah Allah swt sebagai pencipta manusia. Selain itu
Kitab Zabur, berisi pokok pokok
ajaran agama yang dilaksanakan oleh umat nabi Daud As, berupa; kumpulan
nyanyian puji pujian kepada Allah atas segala nikmat ilahiyah,
macam- macam do'a dan dzikir. Dalam hal ini Kitab Zabur diamanahkan Allah kepada Nabi Daud untuk
menjadi pedoman hidup
B. Saran
Dengan
adanya makalah ini , para pembaca dapat memahami gambaran Kitab Zabur yang selama ini menjadi kitab suatu kaum.
Sebaiknya kita sebagai umat islam yang baik , harus lah memahami bagaimana
menggunakan dan memahami iman kepada Kitab-kitab Allah dengan baik dan benar sesuai dengan
fungsinya dan haruslah kita turut serta mewujudkan rasa taqwa kita kepada Allah . Kami
mengaharapkan kritik dan saran dari para pembaca, agar kami dapat memperbaiki
makalah ini untuk lebih baik lagi.
DAFTAR
PUSTAKA
Syamsuri.2003. Pendidikan Agama Islam.
Erlangga. Jakarta
Isma’il, Sa’id, DR, Perbandingan ‘Aqidah Islam &
Kristen Menurut Al-Quran & Bibel, terjemahan H. Suhairi Ilyas, MA, Yayasan
al-Anshar Bukitinggi, cet.I.th.1990.
Miftah Faridh, Drs, Pokok-Pokok Ajaran Islam, PUSTAKA
Bandung cet. 3 th. 1982.
Miftah Fardih dan Agus Syihabuddin, Al-Quran Sumber Hukum
Islam Yang Pertama, PUSTAKA Bandung, cet.1 th.1989.
Al-Qathtan, Manna’, Mabahits fi Ulum
al-Quran, Muasasah ar-Risalah Beirut, cet.4.th.1976.